PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Psikologi PersepsiNeurosains

adaptasi selektif

selective adaptation

Ringkasan Singkat

Pengamatan bahwa sistem persepsi dapat beradaptasi terhadap kualitas stimulus tertentu tanpa memengaruhi kualitas stimulus lainnya yang berbeda.

Adaptasi selektif adalah fenomena dalam psikologi persepsi di mana paparan terus-menerus terhadap stimulus dengan karakteristik tertentu menyebabkan penurunan sensitivitas saraf terhadap karakteristik tersebut, sementara karakteristik lainnya tetap tidak terpengaruh. Sebagai contoh klasik, jika seseorang menatap warna merah dalam waktu lama, mata akan mengalami adaptasi terhadap warna tersebut (menghasilkan bayangan warna komplementer), namun kemampuan mata untuk mendeteksi gerakan atau orientasi garis tidak akan terganggu.

Fenomena ini membuktikan bahwa sistem saraf kita memproses informasi melalui saluran-saluran atau modul-modul yang independen (seperti warna, bentuk, dan gerakan). Adaptasi selektif sering digunakan dalam penelitian laboratorium untuk mengisolasi dan mempelajari mekanisme saraf yang mendasari fungsi sensorik tertentu. Ini menunjukkan betapa efisiennya otak dalam mengalokasikan sumber daya pemrosesan untuk mendeteksi perubahan baru di lingkungan.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Goldstein, E. B. (2014). Sensation and Perception.
  • Wolfe, J. M., et al. (2017). Sensation & Perception.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback